Sabtu, 07 Januari 2017

Mikroskopis Amylum

Image result for mikroskopis amylum maydis
1.Amylum manihot
Nama latin : Manihot utillissima Pohl
Mikroskopik:
Nah, kalo yang ini.. bentuknya butir tunggal atau bergelombolan. Biasanya butir tunggal itu berbentuk lonjong atau topi baja dengan ukuran antar 5-25um. Hilusnya terletak di  tengah dengan jelas seperti titik atau kadang-kadang segitiga.  

Image result for mikroskopis amylum maydis  
2.Amylum solani
Nama latin : Solanum tuberosum L.
   Mikroskopik  :
        Butiran berbentuk bulat telur atau tidak beraturan dengan    ukuran bervariasi antara 30-100 um.Hilus terdapat sebagai titik  pada bagian yang sempit.Lamela terletak eksentri,terlihat jelas.
Amylum tritici  







3.Amylum tritici
Nama latin : Triticum vurgare L.
    Mikroskopik:
        Butir tunggla besar,dilindungi oleh butiran kecil .Bentuk serupa lensa bundar atau jorong,kadang-kadang berbentuk ginjal. Hilus terletak ditengah tidak jelas, Berupa titik atau celah.Lamela tidak jelas. kalo dari gambar bentuk nya emang hampir mirip sama Amylum solani, cuma yang bikin berbeda itu adalah butiran butian dari Amylum tritici lecih renggang dan kecil.

Image result for mikroskopis amylum maydis 
 4.Amylum maidis
Nama latin : Zea mays L.
Mikroskopik:
biasanya sebagian besar berupa butiran poligonal dengan sudut membulat  atau butiran hampir bulat ,garis tengah  sampai lebih kurang 35 um ,hilus ditengah berupa titik atau bintang. yah begitulah seperti gambar disamping.

amylum oryzae 







5.Amylum oryzae
Nama latin : Oryza sativa  L.
Mikroskopik:
       Butiran kecil dengan  ukuran 3-12 um, berbentuk poligonal bersudut tajam. biasanya bisa ditemukan di  dalam    butiran majemuk yang berukuran 2-100  butir.Hilus hanya tampak pada granul yang besar dan tredapat di tengah.

Cairan Cairan Penarik


Menentukan cairan penarik apa yang akan digunakan harus diperhitungkan betul-betul dengan memperhatikan beberapa faktor, antara lain :
  1. Kelarutan zat-zat dalam menstrum
  2. Tidak menyebabkan nantinya zat-zat berkhasiat tersebut rusak atau akibat-akibat yang tidak dikehendaki (perubahan warna, pengendapan, hidrolisa)
  3. Harga yang murah
  4. Jenis preparat yang akan dibuat

Macam – macam cairan penyari :

1. Air
Termasuk yang mudah dan murah dengan pemakaian yang luas, pada suhu kamar adalah pelarut yang baik untuk bermacam-macam zat misalnya : garam-garam alkaloida, glikosida, asam tumbuh-tumbuhan, zat warna dan garam-garam mineral.
Umumnya kenaikan suhu dapat menaikkan kelarutan dengan pengecualian misalnya pada condurangin, Ca hidrat, garam glauber dll. Keburukan dari air adalah banyak jenis zat-zat yang tertarik dimana zat-zat tersebut meripakan makanan  yang baik untuk jamur atau bakteri dan dapat menyebabkan mengembangkan simplisia sedemikian rupa, sehingga akan menyulitkan penarikan pada perkolasi.
2. Etanol
Etanol hanya dapat melarutkan zat-zat tertentu, Umumnya pelarut yang baik untuk alkaloida, glikosida, damar-damar, minyak atsiri tetapi bukan untuk jenis-jenis gom, gula dan albumin. Etanol juga menyebabkan enzym-enzym tidak bekerja termasuk peragian dan menghalangi perutumbuhan jamur dan kebanyakan bakteri.    Sehingga disamping sebagai cairan penyari juga berguna sebagai pengawet. Campuran air-etanol (hidroalkoholic menstrum) lebih baik dari pada air sendiri.
3. Gycerinum (Gliserin)
Terutama dipergunakan sebagai cairan penambah pada cairan menstrum untuk penarikan simplisia yang mengandung  zat samak. Gliserin adalah pelarut yang baik untuk tanin-tanin dan hasil-hasil oksidanya, jenis-jenis gom dan albumin juga larut dalam gliserin. Karena cairan ini tidak atsiri, tidak sesuai untuk pembuatan ekstrak-ekstrak kering.
4. Eter
Sangat mudah menguap sehingga cairan ini kurang tepat untuk pembuatan sediaan untuk obat dalam atau sediaan yang nantinya disimpan lama.
5. Solvent Hexane
Cairan ini adalah salah satu hasil dari penyulingan minyak tanah kasar. Pelarut yang baik untuk lemak-lemak dan minyak-minyak. Biasanya dipergunakan untuk menghilangkan lemak dari simplisia yang mengandung lemak-lemak yang tidak diperlukan, sebelum simplisia tersebut dibuat sediaan galenik, misalnya  strychni, secale cornutum. 
6.  Acetonum
Tidak dipergunakan untuk sediaan galenik obat dalam, pelarut yang baik untuk bermacam-macam lemak, minyak atsiri, damar. Baunya kurang enak dan sukar hilang dari sediaan. Dipakai misalnya pada pembuatan Capsicum oleoresin (N.F.XI)
7.  Chloroform
Tidak dipergunakan untuk sediaan dalam, karena efek farmakologinya. Bahan pelarut yang baik untuk basa alkaloida, damar, minyak lemak dan minyak atsiri.

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK KESEHATAN KELUARGA

-Jenis-jenis Tanaman Untuk TOGA 

Jenis tanaman yang harus dibudidayakan untuk tanaman obat keluarga adalah jenis- jenis tanaman yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Jenis tanaman disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman obat.
b. Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obat didaerah pemukiman.
c. Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman.
d. Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain misalnya: buah- buahan       dan bumbu masak
e. Jenis tanaman yang hampir punah

f. Jenis tanaman yang masih liar  


• Ramuan Batuk biasa 
1. Bahan :

• Kencur 3 jari
• Garam sedikit 
b.  2. Cara pembuatan :
• Kupas kencur dan parut
• Tambahkan air 3/4 cangkir
• Peras dengan kain bersih dan Baring. 
c   3.  Cara pemakaian
• Diminum 2 x sehari 1 ramuan untuk anak-anak dan dewasa. 
• Batuk Pilek
a.    
   Ciri-ciri penyakit :
• Pilek , keluar lendir/cairan ingus dari hidung.
• Kadang-kadang disertai panas.
• Sakit kepala
• Hidung tersumbat
• Nyeri otot
b.    Bahan yang dipergunakan :
• Air teh kental 3/4 gelas
• Air jeruk nipis 3 sendok makan
• Gula batu sebesar telur ayam
c.    Cara pembuatan :
• Campur semua bahan, diaduk sampai larut. 
d.     Cara pemberian :
• Orang dewasa minum 3 kali sehari 1 ramuan
• Anak-anak 3 kali sehari 1/2 cangkir * Anak Balita jangan diberi ramuan ini.   
• Batuk asma
a.    Ciri-ciri penyakit :
• Napas berbunyi
• Berkeringat
• Sesak napas 
b.    Bahan :
• Daun randu (daun kapuk) 7 helai
• Pegagan 1 genggam
• Gula batu saecukupnya.
• Air matang 1 cangkir. 
c.    Cara pembuatan :
• Cuci daun randu dan pegagan
• Tumbuk dengan sediki t air, setelah halus tambah air matang dan saring
• Beningnya ditambah dengan gula batu dan aduk hingga larut. 
d.    Cara pemakaian :
• Diminum 1 x sehari 1 ramuan, pagi hari sebelum makan
• Diulang tiap hari sampai sembuh
• Untuk pemeliharaan cukup 1 minggu sekali satu ramuan 

Sakit perut 
• Ramuan sakit perut biasa
 
a.    Bahan yang diperlukan:
• Gula pasir 3/4 sendok makan
• Minyak kayu putih 3 tetes 
b.    Cara pembuatan :
• Gula pasir ditetesi dengan minyak kayu putih Dicampur 
c.    Cara pemakaiannya :
• Campuran ini dimakan, disertai minum teh 

• Ramuan sakit perut disertai mencret
a.    Ciri-ciri penyakit :
• Berak encer lebih 3 kali sehari
• Sakit perut saat berak
• Kadang rasa mual dan kembung. 
b.    Bahan yang diperlukan :
• Daun jambu biji muda satu genggam.
• Adas 5 butir (1/3 sendok teh).
• Pulo sari 2 jari tangan
• Air 2 cangkir 
c.    Cara membuatnya :
• Bahan setelah dicuci dipotong kecil-kecil kemudian didihkan sampai diperoleh 1 cangkir 
d.    Cara pemakaian
• Diminum 2 x sehari 1/2 cangkir. 
• Muntah mencret Berikan ramuan mencret di tambah dengan ramuan muntah yaitu:
a.    Bahan :
• Parutan pala 1 sendok teh
• Garam sedikit 
b.    Cara pembuatan :
• Kedua bahan dicampur
c.    Cara pemakaian :
• Makanlah ramuan tersebut.
• Sakit maag (sakit ulu hati) 
a.    Ciri-ciri penyakit:
• Sakit terasa perih terutama daerah ulu hati.
• Mual
• Kadang-kadang disertai keringat dingin dan pusing
• Perut kembung. 
b.    Bahan yang dipergunakan :
• Kunyit yang tua 2 jari tangan
• Air matang 1/2 cangkir 
c.    Cara pembuatan :
• Kupas kunyi t dan bersihkan
• Parut kunyi t tambah air matang
• Peras dengan kain bersih
• Ambil beningnya 
d.    Cara pemakaiannya :
• Minum 2 x sehari satu ramuan, pagi hari sebelum makan dan malam hari sebelum tidur. 

 Gatal
• Ramuan gatal-gatal biasa
a.    Bahan yang diperlukan :
• Batang Brotowali 2 sampai 3 jari
• Air 6 gelas 
b.    Cara pembuatan :
• Campuran dididihkan selama 1/2 jam 
c.    Cara pemakaian :
• Air brotowali gunakan untuk mencuci kulit yang gatal


• Ramuan gatal karena Panu
a.    Ciri-ciri penyakit :
• Bercak putih halus, berbatas tegas
• Rasa gatal pada waktu berkeringat.
b.    Bahan yang diperlukan
• Lengkuas 1 jari
• Cuka 1 sendok makan  
c.    Cara pembuatan :
• Lengkuas dipotong miring
• Bagian ujungnya dipukul-pukul hingga berserabut seperti kuas. 
d.    Cara pemakaian :
• Kuas lengkuas yang sudah direndam dalam cuka digosokkan pada kulit yang sakit 2 x sehari. 

• Ramuan Gatal karena kurap
a.    Ciri-ciri penyakit :
• Bercak-bercak bundar di kulit selebar beberapa cm dengan tepi berbatas jelas kemerahan.
• Bersisik biasanya dibadan, tangan, kaki, lipatan paha, sela jari dan kepala. 
b.    Bahan yang diperlukan :
• Daun landep 1 genggam.
• Jeruk nipis 1 buah 
c.    Cara pembuatan :
• Daun landep dilumatkan
• Jeruk nipis dipotong dan diperas
• Campurkan pada daun landep yang telah dilumat. 
d.    Cara pemakaiannya. :
• Dioleskan pada kulit yang sakit. 
• Ramuan Gatal Karena Kudis
a.    Ciri-ciri penyakit :
• Bintik-bintik bergerombol
• Rasa amat gatal terutama diantara jari-jari tangan dan kaki.
• Pergelangan sebelah dalam dan pantat. 
b.    Bahan yang diperlukan :
• Daun sambiloto segar 1 genggam
• Belerang sedikit 
c.    Cara pembuatannya :
• Bahan ditumbuk bersama-sama sampai halus dan rata. 
d.    Cara pemakaian :
• Dilumurkan pada kulit yang sakit. 

Rimpang Jahe




Si pedas yang menyehatkan


                Mendengar kata jahe, mungkin tidak asing untuk masyarakatDan masyarakat mungkin     mengingat bahwa jahe adalah bahan tambahan untuk masakan atau minuman. Tapi saat ini jahe banyak di gunakan masyarakat dalam pengobatan alternatif. Pada jaman modernd seperti saat ini , banyak produk- produk yang mengandung jahe, yang di produksi olrh pabrikpabrik tertentuOleh karena itu masyarakat saat ini lebih praktis menikmati jahe sebagai pengobatan.
Tempat tumbuh
        Asli terdapat di indonesia dan daerah tropis asia lainnya. Tumbuh baik di tanah yang subur dan teduh. Juga dihasilkan di yamaika, st. Lusia, Dominika, Honduras, Meksiko, India, dan beberapa negara asia lain.
Ekologi dan penyebaran
        terdapat di seluruh Indonesia ditanam di kebun dan dipekarangan. Tumbuh ditempat yang terbuka dan di tempat yang mengandung bahan organik tinggi. umumnya ditanam di tanah ringan atau yang mudah diolah seperti tanah lempung berdebu, lempung yang terlihat dan liat berpasir. Tumbuh pada ketinggian tempat sampai 900 meter atau lebih diatas permukaan laut
Deskripsi tanaman :
        Berbatang semu, tinggi 30 cm – 1 m. Daun sempit panjang 15 mm- 23mm, lebar 8 mm-15 mm. Tangkai daun berambut. 

Nama di daerah lain :
¨beeuing (Gayo)
¨ jahe (Sunda),
¨bahing (Batak Karo)
¨halia (Aceh)
¨jahi (Lampung)
¨ sipodeh (Minangkabau)
¨ jhai (Madura)
¨ lain jae (Jawa dan Bali)
¨ melito (Gorontalo)

cara pembuatan simplisia





Cara Pembuatan Simplisia 


  1. penyortiran basah dan pencucian sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotorannya
  2. perajangan, dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5mm- 7m
  3.  pengeringan, dilakukan dengan sinar matahari atau alat pemanas sepert oven. pengeringan dilakukan selama 3-5 hari
  4.  penyortiran kering, memisahkan benda-benda asing (krikil, tanah)
  5. pengemasan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara
  6. penyimpanan, kondisi penyimpanan harus terjaga tempatnya, tidak lembab dan suhu tidak melebihi 30 derajat celcius juga tempat harus memiliki ventilasi baik terhindar dari kontaminasi bahan lain







nb: simplisia jangan sampai terpapar sinar matahari langsung bila perlu cukup di angin anginkan saja. untuk mengetahui simplisia kering sempurna harus ditimbang 3 kali dengan berat yang tetap jika berat masih ada perubahan maka pengeringan berlanjut hingga memperoleh kering sempurna dan juga jangan sering di simpan di plastik jika belum benar-benar kering karena dapat menjamur 
a
d
i
n
m
I
n
i
r
o
e
s